Skip to main content

KEDAI CAFE LALIE JIWO

 Tempat nongkrong café dan resto sudah banyak kita jumpai di kota-kota besar ataupun kota kecil, tapi apa jadinya jika café ini berada di tengah hutan. Pasti agak susah dibayangkan tapi inilah faktanya tentang café lalie jiwo.
 


Café lalie jiwo berada di kaki gunung arjuno sobat, tempatnya begitu asri, sejuk dan pastinya sangat nyaman banged. Konsep café outdoor berada di tengah hutan belantara menjadi tempat yang indah dan tak terlupakan.

Kelebihan café ini daripada tempat lain adalah udaranya yang asli pegunungan, konsep cafenya menyatu dengan alam, seperti biasa Fasilitasnya juga sangat menunjang seperti toilet umum, mushola, tempat parkir, live music pada hari-hari tertentu serta terdapat penyewaan gazebo untuk keluarga. Pokoknya seru banged.

Untuk muda mudi, tempat ini sangat cocok bagi mereka dikarenakan suasana yang romantic dan nyaman bisa ktia temui disini. Kalian bisa memesan cofilate dengan toping love sertaa bermesra mesraan, tapi awas kena tempelan loh.. hihihi bercanda.

Untuk harga makanan serta minumannya juga sangat terjangkau, tidak seperti pada café umumnya yang sangat mahal, Beberapa pengunjung juga puas ketika aku Tanya bagaiman pendapat bapak tentang café ini?, 

Lokasinya dibilang agak sulit, tetapi dijamin gak bakalan nyesel kalau sobat sudah berada disini. Bagi sobat yang mau kesini bisa langsung maping ajah ke café alas lalie jiwo, tempatnya tepat berada di belakang hotel surya prigen, satu jalur dengan arah pendakian gunung arjuno.

Sedikit info. Diatas café ini, juga terdapat tempat camping. Ayo tunggu apa lagi siapkan rencana liburan kalian n happy  weekend



Comments

Popular posts from this blog

Nikah itu bukan melulu soal cinta bag.02

  Bagi yang belum membaca Nikah itu bukan melulusoal cinta bag.01 silahkan dibaca disini   Setelah istriku pergi membawa uang itu, akupun menjalani hidup layaknya orang pada umumnya, yang membedakan bahwa saat ini aku tidak bisa bekerja terlalu capek dan harus banyak istirahat untuk menjaga ginjalku agar tetap stabil.   Waktu terus berjalan, hari demi hari telah berlalu, bulanpun demikian, aku masih tinggal ditempat yang sama, Berita tentang mantan istriku sudah tidak terdengar lagi, terakhir kali aku mendengar bahwa ia dengan sahabatku telah menikah secara siri. akupun juga sudah tidak peduli lagi dan aku mulai menata hidup baru, meskipun sudah 2 tahun berlalu, aku masih belum menikah lagi.   Sekarang aku sudah tidak bekerja sebagai supir, karena kondisiku sudah tidak memungkinkan untuk bekerja berat, kegiatanku sehari-hari hanya berjualan minyak wangi dan pakaian muslim, Alhamdulillah meskipun untungnya tidak seberapa besar tapi cukup untuk memenuh...

Meraih Cita-cita, Butuh Duit..

Tinggi badannya kurang lebih seratus delapan puluh sentimeter, badannya tegap, suaranya serak tapi lantang, kulitnya langsat, kepala kotak rambut beruban, mata lebar seperti mata orang arab akan tetapi hidung pesek layaknya orang indonesia pada umumnya. jalannya pincang, konon ceritanya beliau dimasa muda adalah pemain sepak bola dan menggunakan doping agar gagah perkasa, kini usianya sudah menua mungkin sekitar enam puluh dua. ia adalah bapak Sukamat Guru Sosiologi yang mengajar di Madrasah Aliyah Ma'arif Kencong. Setiap pelajaran akan dimulai beliau selalu berapi-api memberikan wejangan, akan tetapi perkataan beliau hampir semua sesuai fakta saat ini, salah satu ucapa belia paling aku ingat adalah ketika beliau berkata bahwa untuk mencapai cita-cita, mereka harus mempunyai harta kalau tidak ada harta jangan berharap punya cita-cita tinggi, misalkan saja untuk kuliah kedokteran biaya kuliah mahal bukan main. ketika para siswa mendengar pastilah dibuat tak percaya karena kebanyakan...

Nasehat Sebatang Pohon Yang Telah lapuk

 sebatang pohon yang telah lapuk dari kejahuan tampak sebatang pohon yang telah lapuk termakan oleh usia, entah berapa lama batang pohon itu berdiri tegap disana, jikalau dilihat dari fisiknya batang pohon itu sudah berumur puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun, tiada pokok batang pohon disamping kanan dan kirinya, dia hanya sendiri menunggu kehancuran. saat kudekati batang pohon itu tiba-tiba berbicara, "dahulu kala aku adalah sebuah pohon yang kuat, akarku menghujam sampai kedasar bumi dan dahan-dahanku menjulang tinggi sampai menembus langit, setiap hari, tidak kurang dari seratus burung hinggap diranting dan pokok diriku, entah itu untuk mencari makan atau hanya sekedar meneduh" Kenapa sekarang kamu seperti ini "tanyaku" batang kayu yang sudah lapuk itu mulai mengeluarkan air mata dan tersedu-sedu sambil meneruskan kisahnya, "aku tak pernah menyangka bahwa aku akan berakhir seperti ini, aku hanyalah sebuah batang pohon meskipun diriku kuat tapi aku  teta...